Dengan gempita chic-ers berhamburan keluar dari bus, lega… ternyata gak nyasar, sebersit ucapan terimakasih untuk anne melintas dihati inen, tuw anak kalo lagih kagak autis emang yahut juga.
Emma sang editor Chic, duduk manis dipondok bambu dengan wajah sumringah siap buat menghina dina inen, pasrah, beberapa chic-ers yang datang langsung ke sawangan juga sudah lengkap, Shirley, mathilda dan tim artistry, teras depan dan samping villa mulai tersebar chic-ers, jejeran dagangan dari chi-ers juga sudah tertata rapi, lia, lusy dan litha pun menambahkan meriahnya dagangan yang ada.
Istirahat sebentar melepas penat perjalanan, minuman segar dan pisang goreng menemani, sementara bihun goreng untuk sarapan juga mulai beredar. Gak lama waktu yang diberikan, inen pun meminta chic-ers untuk Siap berganti pakaian santai dengan kain pantai sebagai dreskod, dengan toa dibahu kanan inen pun mulai menebar kegaringan.
“nen… corongnya kedepanin biar kedengeran..”, wulan komen melihat cara inen menenteng toa yang salah besar, ternyata inen lebih memilih membalikkan badan daripada membalik arah corong toa kedepan, tentu aja caci maki pun langsung lepas dari mulut chic-ers. tentu aja gak mudah untuk menggubris pulusah cewek yang asik berleyeh bersenda bergosip ria, tapi berkat cercaan yuni akhirnya berhasil juga inen menggiring chic-ers ke lapangan upacara eh acara.
matahari terasa hangat, tidak menyengat, tapi tetap mencari rumput dibawah bayangan rindang pohon, chic-ers pun bersimpuh manis dekat pondok. acara belum dimulai tapi ketawa ketiwi mulai terasa keras terdengar dari kumpulan chic-ers itu. apalagi kalo biang banci poto mulai beraksi, seperti litha dan siwiek, ugh pasti pencaran cepat berubah menjadi tumpukan perempuan, beberapa kali gaya diarahkan oleh litha dan lagih lagih lagih jepretan disana sini, dan pastinya titipin kamera pun mulai terjadi lagih.

Tingkah “gak genah” dari inen terus mengalirkan tawa canda dari chic-ers, bahkan saat inen mulai membuka acara dengan serius, mengucapkan bismillah, chic-ers itu pun tetap tertawa geli, aneh, acara dibawa canda maupun serius, tetap aja chic-ers menganggap inen bercanda. acara yang sedianya dibawakan duet inen dan yuni, akhirnya dibatalkan, daripada yuni tertular kegak-genahan inen, mungkin lebih baik hanya inen yang begitu. inen mulai dengan ucapan terimakasih kepada para sponsor; Majalah Chic, Mathilda, Lollytha, Yuni, Lusy, Endang, dan pastinya tuan rumah Rita, juga ucapan trimakasih kepada Kompor Eki dan Indrie serta pendukung kompor Anne, Yuni, indah.
Perkenalan pun dimulai, kali ini dengan kemasan beda, chic-er diminta untuk menggambar diri oleh inen, sontak komplen “gak bisa gambar” mulai bersahutan, inen pun dengan sabar memberi clue, 2 menit waktu yang diberikan dan chic-ers pun mulai menggambari diri, yang pasti “jelek” semua hasilnya hihiihi eki yang berambut panjang ternyata menggambar dirinya berambut pendek, lia yang memakai kain tapi menggambar diri dengan celana, acara gambar makin seruk saat inen menghitung detik berakhirnya menggambar, lalu hasil gambar dikumpulkan dan diacak, setiap chic-er mengambil gambar, chic-er yang memegang gambar harus menebak dan mencari chic-er dalam gambar, keriuhan kembali terjadi, Maya cukup cerdik saat gambar yang jatuh ketangannya “sangat jelek” dan tidak bisa diidentifikasikan, maya mencari chic-er dengan spidol warna coklat, secara gambar itu dibuat dengan spidol coklat, dan berjasil. sementara wulan pasrah, tidak bisa menebak gambar, tapi setelah gambar dilelang akhirnya ketauan juga… eki *terlihat di scan ini gambar diri eki dan wulan*

kemudian waktu kembali diberikan untuk chic-er mewancarai si gambar, dan kembali keriuhan terjadi, apalagi inen mengimingi bagi chic-ers yang berhasil mendapatkan informasi unik dan menarik dari si gambar akan mendapatkan hadiah. setelah selesai, satu per satu chic-er mengenalkan chic-er dalam gambar, dan tentu saja selalu ditingkahi dengan tawa dan canda, apalagi saat informasi yang dikorek sekitar keintiman:p, pasti riuh semuwah, dari gaya bercinta sampe frekwensi bercintapun diceritakan, dari yang bergaya profesional sampe curhatan, semua komplit. setiap chic-er yang maju diberi kesempatan berpose didepan kamera dan spesial untuk maya yang sudah jauh jauh datang dari Bandung, kompor memberikan kenangan boneka.
Emma pun dapat giliran untuk maju kedepan berceloteh sekitar majalah chic, dari gaya berdiri, lalu bersujud sampe berjongkok dilakukan. gak biasa diri didepan, elaknya, dan tentu aja bikin geli semua chic-ers.
jam 12 lewat sedikit, acara perkenalan pun berakhir, dan chic-ers berduyun duyun masuk kedalam villa untuk makan siang. sayangnya emma harus meninggalkan villa, untuk acara selanjutnya. thanks emma, for coming.
cerita kopdar by inen
Waduuhhh, baru kali ini foto2 narsisnya gak ada gw…. hiks…
Comment by nunik — August 9, 2006 @ 6:54 am
waaaa ada poto gw tuh sendirian pulak… kamera sapa nih….mau dong….
Comment by maya — August 10, 2006 @ 8:45 am